Kenali 8 Jenis Bekas Jerawat dan Cara Aman Merawatnya

Kenali 8 Jenis Bekas Jerawat dan Cara Aman Merawatnya

Jerawat yang akhirnya kempes memang bikin lega, tapi sayangnya drama sering kali belum selesai. Biasanya, jerawat yang meradang akan meninggalkan jejak di kulit kamu saat berangsur sembuh.

Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang cuma berupa noda kemerahan atau kecokelatan yang terasa rata, tapi ada juga yang sampai merusak tekstur kulit hingga menjadi bopeng atau malah menonjol. Durasi pemulihannya jelas nggak instan dan butuh waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan tergantung keparahan lukanya.

Penting banget buat kamu tahu bedanya setiap jenis bekas jerawat. Kenapa? Karena beda jenis, beda pula cara menanganinya secara aman. Ada masalah hiperpigmentasi yang cukup dibantu pakai rutinitas skincare harian yang rajin, tapi ada juga kerusakan tekstur yang wajib mendapat tindakan medis dari dokter spesialis kulit.

Biar kamu nggak salah langkah, yuk kenali delapan jenis bekas jerawat yang paling umum terjadi beserta panduan merawatnya.

Bekas Jerawat yang Mengubah Tekstur Kulit (Atrofik)

Kelompok pertama ini terjadi akibat hilangnya jaringan kolagen saat kulit berjuang memulihkan peradangan yang cukup parah. Akibatnya, permukaan kulit jadi membentuk cekungan ke dalam (bopeng).

1. Ice Pick Scars

Bentuk ice pick scars menyerupai lubang kecil tapi menukik tajam ke dalam lapisan kulit, mirip seperti kulit yang ditusuk jarum. Ini biasanya terjadi akibat jerawat kistik meradang hebat yang merusak jaringan secara mendalam. Perlu kamu tahu, mengandalkan skincare topikal berupa krim atau serum saja kurang efektif untuk meratakan tekstur sedalam ini.

Sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter kulit agar mendapat prosedur klinis seperti chemical peeling tingkat medis, terapi microneedling, atau penggunaan laser CO2 untuk merangsang pembentukan jaringan secara signifikan.

2. Boxcar Scars

Masih di kategori cekungan, boxcar scars punya bentuk yang agak lebar dengan tepi yang terlihat tegas atau kotak. Tampilannya sekilas mirip dengan jejak bekas luka cacar air. Walaupun cekungannya cenderung lebih dangkal daripada tipe ice pick, merawatnya di rumah tanpa bantuan profesional akan sangat sulit.

Dokter biasanya akan menilai kedalaman luka dan bisa menawarkan tindakan seperti dermaroller, prosedur subsisi (pelepasan jaringan yang mengikat luka di bawah kulit), atau laser untuk membantu meratakan teksturnya.

3. Rolling Scars

Coba raba area pipi kamu, kalau rasanya bergelombang tidak rata tapi tidak setajam lubang jarum, bisa jadi itu adalah rolling scars. Cekungan rolling scars tampak lebih landai karena jaringan parut di bagian dalam menarik lapisan atas kulit ke bawah secara paksa.

Untuk membantu permukaannya agar lebih rata, dokter spesialis kulit umumnya merekomendasikan prosedur subsisi yang dipadukan dengan microneedling agar produksi kolagen kembali terpicu dengan optimal.

Bekas Jerawat yang Menonjol dari Permukaan Kulit

Berbeda dengan kulit yang membentuk cekungan karena kehilangan jaringan, tipe yang satu ini justru dipicu oleh reaksi penyembuhan luka yang kelebihan kolagen.

4. Bekas Jerawat Hipertrofik

Bekas luka ini terlihat menonjol ke atas permukaan kulit sekitarnya. Tonjolan kenyal ini terbentuk karena tubuh terus mengirimkan kolagen ekstra selama masa penyembuhan. Selain di wajah atau garis rahang, tipe ini lumayan sering muncul di area dada dan punggung.

Penanganan yang efektif dan aman tidak bisa dilakukan sembarangan di rumah. Biasanya melibatkan prosedur dari tenaga medis seperti suntikan kortikosteroid langsung ke titik luka, terapi silicone gel, atau tindakan laser khusus.

5. Keloid

Mirip dengan hipertrofik, keloid juga menonjol tebal. Bedanya, keloid akan tumbuh membesar melebihi ukuran jerawat aslinya. Sering kali bekas luka yang membandel ini terasa gatal, kemerahan, atau sedikit nyeri bila tergesek pakaian.

Munculnya keloid sangat dipengaruhi oleh faktor genetik turunan. Jangan pernah mencoba mengoleskan bahan racikan asal-asalan ke keloid karena justru berisiko memperparah kondisinya. Segera temui dokter untuk opsi penanganan yang tepat seperti penyuntikan medis atau prosedur bedah minor.

6. Papular Scars

Jenis ini tampilannya menyerupai benjolan kecil yang padat, sering berwarna sama dengan kulit di sekitarnya atau agak sedikit pucat. Papular scars lumayan sering bertengger di area dahi, hidung, atau rahang bawah. Karena tampilannya mirip bruntusan berukuran kecil, banyak orang keliru mengiranya sebagai jerawat aktif.

Penggunaan krim golongan retinoid topikal secara telaten berpotensi membantu merawat area tersebut, namun evaluasi dari dokter kulit sering kali diperlukan untuk memastikan perbaikannya.

Bekas Jerawat Berupa Perubahan Warna (Pigmentasi dan Vaskular)

Kalau permukaan kulit kamu terasa mulus saat diraba tapi masih ada warna kontras yang tertinggal, berarti kamu sedang menghadapi tipe pigmentasi atau vaskular. Kabar baiknya, noda warna ini lebih mudah diatasi dengan konsistensi pemakaian skincare yang tepat.

7. PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation)

PIH merupakan noda bekas jerawat yang berwarna kecokelatan atau gelap. Noda hitam ini muncul karena sel kulit merespons peradangan dengan memproduksi melanin secara berlebihan. Kamu bisa membantu menyamarkan PIH dengan menyelipkan kandungan aktif pencerah yang aman dan terdaftar resmi di BPOM.

Beberapa ingredients yang menurut banyak penelitian efektif antara lain Niacinamide, Vitamin C, Alpha Arbutin, atau Azelaic Acid. Pastikan produk yang kamu pilih tidak membuat kulit terasa kesat berlebihan.

8. PIE (Post-Inflammatory Erythema)

Kebalikan dari PIH yang gelap, PIE berwarna kemerahan, agak pink, atau keunguan. Warna merah muda ini terjadi akibat pembuluh darah kapiler halus di bawah kulit yang rusak dan melebar akibat peradangan saat jerawat masih aktif. PIE sejatinya bisa memudar perlahan seiring waktu, tapi butuh kesabaran penuh.

Untuk mempercepat prosesnya tanpa memicu iritasi baru, gunakan produk dengan tekstur watery atau gel yang menenangkan (soothing). Cari kandungan anti-inflamasi alami seperti Centella Asiatica (Cica), Panthenol, atau Mugwort yang ngasih sensasi adem saat menyentuh kulit meradang.

Panduan Aman Merawat Bekas Jerawat Harian

Mulusin kulit kembali itu butuh komitmen dan nggak ada cara yang instan. Biar rutinitas kamu lebih maksimal dan kulit tetap sehat terlindungi, coba terapkan prinsip sederhana ini setiap hari.

  • Wajib Pakai Sunscreen: Noda PIH yang gelap bakal semakin susah hilang kalau terus-terusan terkena paparan sinar matahari tanpa proteksi. Selain itu, penggunaan bahan aktif skincare sering kali bikin kulit lebih peka terhadap sinar UV. Jadi, aplikasikan tabir surya secukupnya setiap pagi sebelum beraktivitas.
  • Selalu Lakukan Patch Test: Apalagi kalau kamu baru mencoba serum dengan persentase actives yang lumayan tinggi. Oleskan sedikit produk di area belakang telinga atau rahang bawah, lalu amati hingga 24 jam. Kalau muncul kemerahan parah, rasa panas perih, atau gatal yang tidak tertahankan, segera bilas bersih dan hentikan pemakaian.
  • Start Low, Go Slow: Selalu mulai dari kadar atau persentase kandungan terendah dulu supaya kulit kamu punya waktu untuk beradaptasi dengan baik. Terapkan konsep skin minimalism dengan tidak mencampur-campur bahan aktif berlebihan di satu waktu supaya skin barrier kamu tidak jebol.
  • Manfaatkan Kandungan Peptida: Jika kamu ingin fokus memudarkan hiperpigmentasi tapi kulitmu sangat sensitif, kamu bisa mencoba pelembap atau serum yang diformulasikan dengan kandungan Peptide. Kandungan ini dinilai sangat baik potensinya untuk bantu memperbaiki struktur alami kulit dengan risiko iritasi yang sangat minim.

Satu hal yang wajib kamu ingat, buat kamu yang sedang hamil atau dalam fase menyusui, sangat disarankan untuk selalu berkonsultasi ke dokter kandungan atau tenaga medis terkait sebelum memasukkan bahan aktif baru ke dalam skincare routine.

Rawatlah kulitmu dengan perlahan, dengarkan kebutuhan kulit setiap harinya, dan hindari ekspektasi kulit mulus dalam semalam. Semangat berproses mencapai versi kulit sehatmu!